Waspadai Penyebaran Penyakit Pneumoni Berat

Jakarta (21/1/2020)-  Penyebaran wabah pneumonia yang ditularkan oleh pengidap berasal dari Kota Wuhan, China, telah meluas ke beberapa Negara seperti Thailand dan Jepang. Saat ini Pemerintah China telah menyatakan 17 orang mengidap penyakit pneumonia wuhan akibat terinfeksi virus corona. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin meningkatkan jumlah orang yang terpapar penyakit pneumonia dikarenakan ratusan juta orang di China akan kembali ke kampung halaman untuk merayakan liburan Tahun Baru Imlek. Hal ini semakin meresahkan masyarakat dunia.

Sejumlah bandara Internasional mulai menerapkan screening untuk mencegah masuk dan tersebarnya wabah pneumonia, seperti bandara Singapura, Hongkong, dan Amerika Serikat telah melakukan tindakan penyaringan suhu untuk penerbangan masuk yang tiba dari Wuhan.  Hal serupa juga dilakukan Indonesia, Pemerintah bersiaga dengan menyiapkan alat pemeriksaan khusus di bandara dan pelabuhan hingga menyiagakan RS dengan fasilitas isolasi khusus. Disamping itu, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengeluarkan pemberitahuan Kewaspadaan Penyakit Pneumoni Berat yang disampaikan ke beberapa otoritas bandara yang terkait untuk meningkatkan kewaspadaan lintas sektor dan lintas program di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma.

Bentuk langkah penindakan dan pengawasan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit Pneumonia Berat adalah sebagai berikut:
1)    Semua maskapai yang melayani penerbangan langsung maupun transit dari Tiongkok dan Hongkong segera menyampaiakan dokumen kesehatan berupa gendec dan manifest penumpang sesaat setelah mendarat kepada petugas Kesehatan di Pos Kesehatan KKP terminal penerbangan Internasional.
2)    Meningkatkan pengawasan kedatangan Internasional utamanya penumpang yang datang dari negara terjangkit dengan skrining menggunakan kamera pemindai suhu tubuh (Thermal Scanner) dan Surveilans Syndrome.
3)    Melakukan identifikasi penerbangan langsung dari Tiongkok dan Hongkok ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdana Kusuma baik penerbangan komersil maupun charter.
4)    Melakukan sosialisasi kepada lintas sektor terkait seperti maskapai, ground handling, Imigrasi, dan sektor lain untuk dapat mengenali secara dini gejala penyakit dan melaporkan kepada petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan.
5)    Menayangkan media KIE Elektronik dalam bentuk video maupun digital banner di Bandara.
6)    Agar terhindar dari penyakit ini ada beberapa hal perlu diperhatiakn antara lain:
a.    Gunakan APD (Alat Pelindung Diri) minimal seperti masker bagi pelaku perjalanan dan petugas yang memiliki resiko tinggi kontak dengan penderita, yaitu personel pesawat, groundhandling, petugas kesehatan.
b.    Senantiasa menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) seperti menutup hidup dan mulu saat batuk atau bersih, mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun setelahnya, tidak terbtukar botol minum atau sejenisnya, menjaga kondisi daya tahan tubuh.
c.    Jika mengalami demam, batuk atau sesak nafas segera menghuguni petugas kesehatan.
d.    Pelaku perjalanan menuju Tiongkok dan Hongkok dihimbau untuk memperhatikan penyebaran penyakit ini, mengindari tempat-tempat terjangkit penyakit, serta menghindari kontak langsung dengan penderita yang mengalami demam, bantuk, dan sesak nafas.

Antisipasi dan cegah dini terhadap penyakit pneumonia menjadi sangat krusial dan mendesak, khususnya bagi ibu hamil, yang paling beresiko terkena pneumonia dikarenakan tubuh bekerja lebih keras dari biasanya untuk mendukung pertumbuhan janin dalam kandungan sehingga berakibat pada penurunan sistem imun yang lebih rentan terkena penyakit. Virus penybab flu yang akhirnya masuk dan menyebar ke dalam paru-baru bisa mengakibatkan pneumonia, selain sindrom distress pernafasan dan varisela atau cacar air. Pneumonia pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir premature, berat badan bayi rendah (BBLR), keguguran, dan kegagalan pernafasan. 

Semoga informasi bermanfaat dan menambah kewaspadaan serta memproteksi diri apabila hendak melakukan bepergian dalam waktu dekat ke sejumlah negara yang telah didapati penyakit pneumonia berat. (*/diambil dari pemberitahuan Kemenkes Dirjen P2P)

Bagikan:

BERITA TERKAIT