Badan Intelijen Negara
« Juli 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
  • foto

    Memaknai Profesi Intelijen

    Jakarta (18/07/2014)- Intelijen di Indonesia belum sepenuhnya mendapatkan posisi yang tepat, baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Belum tepatnya posisi intelijen dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, disebabkan oleh beberapa hal, Pertama, pemahaman dan pemaknaan masyarakat tentang intelijen masih kurang, termasuk para elit maupun kalangan akademisi sekalipun. Kedua berbagai pengalaman empiris di masyarakat tentang intelijen masa lalu, masih membawa efek trauma berkepanjangan, akibatnya persepsi masyarakat terhadap dunia intelijen bervariasi.
S.T.I.N.
  • Sekolah Tinggi Intelijen Negara

    Berawal dari satu pemikiran bahwa intelijen merupakan satu disiplin ilmu yang dapat dipelajari, maka pada 2002 Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono memprakarsai pendirian Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Selanjutnya pada 9 Juli 2003 Presiden RI meresmikan berdirinya STIN dan tahun 2004 dimulai kuliah perdana. Sesuai UU 17/2011 Alumni STIN menjadi sumber utama SDM BIN