Badan Intelijen Negara
« April 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930   
  • foto

    Paradigma Baru Ancaman Intelijen Masa Kini

    Jakarta (19/11/2013) – Perkembangan dinamika dan lingkungan strategis mengakibatkan perubahan paradigma, sehingga spektrum ancaman bergeser dari ancaman bersifat non fisik berubah menjadi perang masa depan bersifat cyber war. Atas dasar itulah intelijen Indonesia harus menyesuaikan dengan bentuk dan sifat ancaman perang tersebut.

Kepala BIN : Komunitas Intelijen Perlu Menyamakan Sudut Pandang untuk Menciptakan Sinergitas

 

Jakarta (29/08/2012) - Indonesia menghadapi beberapa masalah krusial. Konflik sosial, horizontal dan vertikal masih terjadi di beberapa daerah dan seringkali bersifat spontan, sehingga tidak mudah diantisipasi. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI Marciano Norman, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat di lingkungan BIN, di Gedung Pertemuan Kompleks BIN, Jakarta Selatan, Rabu (29/08/2012).
 
Dengan adanya masalah krusial tersebut, Marciano mengajak jajaran komunitas intelijen untuk duduk bersama melakukan evaluasi dan memetakan masalah supaya terjalin kesamaan sudut pandang melalui komunikasi dan koordinasi yang sinkron untuk menciptakan sinergitas.
 
Kepala BIN menjelaskan, krisis ekonomi  global telah menekan ekspor Indonesia dan mendorong naiknya nilai impor yang berakibat terjadinya defisit dalam transaksi berjalan. Sementara, lanjut Marciano, di tataran regional, kegagalan pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN dalam menghasilkan pernyataan bersama terkait sengketa Laut Cina Selatan merupakan kegagalan pertama dalam sejarah ASEAN.
 
"Kegagalan tersebut dapat memperburuk citra asosiasi negara-negara di Asia Tenggara"', tegas Kepala BIN
 
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dil lingkungan BIN yang dihadiri undangan dari jajaran komunitas intelijen tersebut, diikuti sepuluh pejabat baru, yaitu satu orang pejabat eselon I, tiga orang pejabat eselon II, empat orang pejabat eselon III dan dua orang pejabat eselon IV. Pejabat eselon I yang dilantik adalah Mayjen TNI Leonard. Mantan Pangdam Udayana tersebut dilantik sebagai Deputi Bidang Luar Negeri BIN. (*)