Badan Intelijen Negara
« Agustus 2014 »
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      
  • foto

    Intelijen harus Beradaptasi dengan Keterbukaan dan Profesional

    Jakarta (25/08/2014)- Kondisi intelijen saat ini dengan intelijen di masa lalu sudah sangat berbeda. Perbedaannya adalah bentuk ancaman dilihat dari sudut pandang berbeda. Intelijen yang hebat untuk membuktikannya tergantung pada waktu, ancaman dan kepentingan negaranya. Demikian juga Badan Intelijen Negara (BIN) yang sudah berubah dari waktu kewaktu, terutama paska reformasi intelijen harus menjadi terbuka dan profesional sesuai tuntutan Undang-Undang.

Kepala BIN : Komunitas Intelijen Perlu Menyamakan Sudut Pandang untuk Menciptakan Sinergitas

 

Jakarta (29/08/2012) - Indonesia menghadapi beberapa masalah krusial. Konflik sosial, horizontal dan vertikal masih terjadi di beberapa daerah dan seringkali bersifat spontan, sehingga tidak mudah diantisipasi. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Letjen TNI Marciano Norman, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat di lingkungan BIN, di Gedung Pertemuan Kompleks BIN, Jakarta Selatan, Rabu (29/08/2012).
 
Dengan adanya masalah krusial tersebut, Marciano mengajak jajaran komunitas intelijen untuk duduk bersama melakukan evaluasi dan memetakan masalah supaya terjalin kesamaan sudut pandang melalui komunikasi dan koordinasi yang sinkron untuk menciptakan sinergitas.
 
Kepala BIN menjelaskan, krisis ekonomi  global telah menekan ekspor Indonesia dan mendorong naiknya nilai impor yang berakibat terjadinya defisit dalam transaksi berjalan. Sementara, lanjut Marciano, di tataran regional, kegagalan pertemuan tingkat menteri negara-negara ASEAN dalam menghasilkan pernyataan bersama terkait sengketa Laut Cina Selatan merupakan kegagalan pertama dalam sejarah ASEAN.
 
"Kegagalan tersebut dapat memperburuk citra asosiasi negara-negara di Asia Tenggara"', tegas Kepala BIN
 
Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dil lingkungan BIN yang dihadiri undangan dari jajaran komunitas intelijen tersebut, diikuti sepuluh pejabat baru, yaitu satu orang pejabat eselon I, tiga orang pejabat eselon II, empat orang pejabat eselon III dan dua orang pejabat eselon IV. Pejabat eselon I yang dilantik adalah Mayjen TNI Leonard. Mantan Pangdam Udayana tersebut dilantik sebagai Deputi Bidang Luar Negeri BIN. (*)