Badan Intelijen Negara

Visi dan Misi

Visi

Untuk mendukung  terwujudnya  stabilitas keamanan nasional dalam lima tahun ke depan (periode 2015-2019), Badan Intelijen Negara harus profesional, kuat dan maju yang dituangkan dalam Visi :

Terwujudnya Badan Intelijen Negara yang profesional, kuat dan maju untuk mendukung stabilitas keamanan nasional.   

Visi tersebut mengandung makna :

Gambaran tugas masa depan yang diinginkan oleh Badan Intelijen Negara sebagai lembaga intelijen tertinggi di Indonesia dan merupakan lini pertama dalam sistem keamanan nasional,dengan menyajikan intelijen kepada Presiden secara profesional dalam rangka mendukung kebijakan nasional sesuai dengan agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2015-2019) yang diwujudkan dalam Nawa Cita (sembilan agenda prioritas pembangunan).

Penjelasan Visi

Profesional :     

Badan Intelijen Negara didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, diawali dari tahap rekrutmen sampai jenjang karier.

Kuat :

Badan Intelijen Negara didukung oleh personel yang mampu menghadapi berbagai tantangan yang akan timbul sesuai dengan tuntutan organisasi.

Maju :

Badan Intelijen Negara harus mampu mengikuti perkembangan teknologi kekinian.



Misi

1.  Menyajikan intelijen yang cepat, tepat dan akurat

2.  Melaksanakan kegiatan dan/atau Operasi Intelijen Luar Negeri.

3.  Melaksanakan kegiatan dan/atau Operasi Intelijen Dalam Negeri.

4.  Melaksanakan kegiatan dan/atau Operasi Kontra Intelijen.

5.  Melaksanakan kegiatan dan/atau Operasi Intelijen Ekonomi.

6.  Melaksanakan kegiatan dan/atau Operasi Intelijen Teknologi.

7.  Melaksanakan kegiatan dan/atau operasi intelijen komunikasi dan informasi.

8.  Melaksanakan pengkajian dan analisis Intelijen Strategis.

9.  Mengoordinasikan seluruh penyelenggara intelijen negara di lingkungan pusat dan daerah.

10. Melakukan modernisasi peralatan intelijen.

11. Menyiapkan dan meningkatkan dukungan administrasi umum dan sumberdaya manusia yang 

      kompeten dan profesional

12. Melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan kegiatan dan/atau operasi intelijen.

 



Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 20 Maret 2015
KEPALA BADAN INTELIJEN NEGARA

MARCIANO NORMAN