Badan Intelijen Negara
<< Desember 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    
  • foto

    Menyempurnakan Landasan Infrastruktur Membangun Sumber Daya Manusia

    Pada 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggenapkan 5 tahun masa pemerintahannya. Kita patut bersyukur bahwa kita telah juga sebagai bangsa menentukan kepemimpinan Negara dan Pemerintahan periode 2019-2024. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih K.H. Ma’ruf Amin pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan bangsa.

Memaknai Peringatan Hari Pahlawan

Jakarta (11/11/2019)- Menjadi Pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat menganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoaks, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya. Demikian, kutipan amanat Menteri Sosial pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 dengan tema “Aku Pahlawan Masa Kini” dibacakan oleh Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara  (BIN), Zaelani bertindak sebagai Inspektur Upacara di depan peserta upacara yaitu Pejabat BIN, anggota BIN, dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di halaman depan kantor BIN, Jakarta, Senin, 11  November 2019. 

Zaelani mengatakan peringatan Hari Pahlawan diharapkan akan lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers dengan mengatakan “…hanya Bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi Bangsa yang besar…”. 

“Apabila dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi juga bisa dengan menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama Bangsa di mata Internasional”, terang Sekretaris Utama. 

Zaelani berpesan keutuhan NKRI yang telah dibangun para pendahulu Negeri dengan tetesan darah dan air mata jangan menjadi sia-sia. Jangan sampai tangan jahil atau pihak yang tidak bertanggungjawab merusak persatuan dan kesatuan Bangsa. Jangan biarkan Negeri terkoyak, tercerai berai, terprovokasi untuk saling menghasut dan berkonflik satu sama lain. 

“Mari maknai Hari Pahlawan dengan wujud nyata, bekerja dan bekerja membangun Negeri menuju Indonesia Maju,” himbau Zaelani.

Diakhir sambutan, Sekretaris Utama kembali berpesan di Hari Pahlawan bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai akvitivas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan. (*)