Badan Intelijen Negara
<< Desember 2019 >>
MinSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    
  • foto

    Menyempurnakan Landasan Infrastruktur Membangun Sumber Daya Manusia

    Pada 20 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggenapkan 5 tahun masa pemerintahannya. Kita patut bersyukur bahwa kita telah juga sebagai bangsa menentukan kepemimpinan Negara dan Pemerintahan periode 2019-2024. Presiden terpilih Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih K.H. Ma’ruf Amin pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengambil estafet kepemimpinan bangsa.

Hikmah Idul Adha 1440 H Semangat Berqurban Menuju Persatuan dan Kesatuan Indonesia

Jakarta (11/8/2019)-  Sikap menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia adalah perintah agama, sebaliknya memecah belah umat adalah larangan dan penghinaan terhadap ajaran agama. Demikian isi khotbah yang disampaikan oleh Dewan Dakwah Nahdlatul Ulama, Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A dalam peringatan Idul Adha 1440 H dengan tema " Memaknai Hikmah Idul Adha Kita Gelorakan Semangat Berqurban menuju Persatuan Kesatuan Republik Indonesia". Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala BIN,  Jenderal Pol. (Purn) Prof.Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D dan Wakil Kepala BIN, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana, didampingi seluruh pejabat Eselon I dan II, pegawai BIN bertempat di Masjid Jami’ Baitul Akbar, Kesatriaan Soekarno Hatta.
 
Diawal khotbahnya, Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A menyampaikan mengenai awal mula peristiwa qurban berasal dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ritualitas qurban dikisahkan Al quran pada surat Al Maidah ayat 27. Dari kisah yang dijumpai, para ahli tafsir menyatakan bahwa peristiwa qurban yang dilakukan dua bersaudara dari putra Adam AS, adalah merupakan solusi dari polemik perang dingin yang terjadi antara keduanya dalam mempersunting wanita cantik bernama Iklimah.

Lebih lanjut, Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A  menjelaskan dalam ibadah haji dilarang berbuat fusuq, saling mencela, memftnah, berdebat yang mendatangkan permusuhan apalagi menyebar hoaks.

"Spirit ibadah haji harus dijadikan pelajaran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan, jelas  Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A."

Menurut, Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A mengatakan Idul Adha juga lazim disebut dengan hari raya haji, karena selain mengenang kembali dan mengikuti sunah Nabi Ibrahim AS berupa qurban, saudara saudara Muslim kita yang memiliki istitha'ah yang datang dari seluruh penjuru dunia, sedang berkumpul di tanah suci Mekah Al Mukaromah untuk beribadah haji.

Mengakhiri khutbahnya, Dr. K.H. Samsul Ma'rif, M.A berpesan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan antar umat manusia. Jemaah haji yang datang dari berbagai suku, ras, golongan, dan bahkan negara, semuanya saling menghargai satu dengan yang lain.(*)