Badan Intelijen Negara
<< November 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

BIN Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-89

Jakarta (30/10/2017)- Indonesia mempunyai catatan sejarah sekitar delapan puluh sembilan tahun yang lalu, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air berkumpul mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda menyatukan seluruh pemuda yang hadir dan membuktikan bahwa sekat dan batasan tersebut tidak menjadi halangan untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Demikianlah kutipan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang disampaikan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, Letjen (Purn.)Teddy Lhaksamana didepan peserta upacara yaitu para Pejabat BIN, anggota Badan Intelijen Negara, dan Mahasiswa STIN, di halaman depan kantor Badan Intelijen Negara, Jakarta, Senin, 30 Oktober 2017.

“Melalui sumbangsih para pemuda yang telah melahirkan Sumpah Pemuda, sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian untuk bangsa. Apabila dibandingkan dengan era saat ini, sarana transportasi dan alat komunikasi cukup mudah. Namun, anehnya berbagai kemudahan justru lebih sering berselisih paham, mudah menvonis orang, pecah belah, saling mengutuk satu sama lain, menebar fitnah serta kebencian, terang Wakil Kepala BIN.”

Teddy Lhaksmana menekankan kemudahan teknologi dan sarana transportasi seharusnya lebih mudah untuk melakukan silahturahmi dan berinteraksi sosial. Kesalahpahaman dan kebencian dapat dikonfirmasi dan diklarifikasi dalam hitungan detik berkat teknologi.

Wakil Kepala BIN memberikan pesan dengan mengutip pernyataan Bung Karno yang menyampaikan “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir.

“Api sumpah pemuda harus terus dinyalakan, dan kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan. Kita juga harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jauh di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan”, terang Teddy."

Wakil Kepala BIN menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia, terbukti pada bulan Juli 2017, Beliau telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan yang merupakan peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia

“Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. Saatnya kita Berani Bersatu untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia, tutup Teddy Lhaksamana.” (*)