Badan Intelijen Negara
<< September 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Capai 6,1 Persen

Jakarta (06/06/2017) - Optimisme pemerintah dalam mewujudkan program pembangunan ekonomi di tahun 2018 secara bertahap terus ditingkatkan. Presiden Joko Widodo bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1 persen. Hal ini disampaikan saat pembukaan Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, (15/3/2017).

"Sejalan dengan perbaikan ekonomi dunia, kita juga harus berani meningkatkan target pertumbuhan ekonomi pada 2018 kira-kira 5,4-6,1 persen," kata Presiden Jokowi.

Pencapaian target tersebut, tentu membutuhkan kolabolarsi semua kementerian melalui langkah konkret dan penajaman program prioritas. Dengan demikian diharapkan setiap program dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Sehingga dapat berkorelasi pada tata kelola investasi yang lebih produktif. Terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).

Untuk mewujudkan optimisme pertumbuhan ekonomi tersebut, terdapat beberapa persoalan yang perlu mendapat penanganan khusus. Terlebih dengan memperhatikan dinamika situasi global dengan beragam ketegangan di berbagai wilayah, terutama terkait potensi konflik dan hegemoni ekonomi.

"Potensi konflik sosial dan intoleransi, kejahatan yang terorganisir serta kondisi ekonomi yang masih rentan, apalagi diberlakukannya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) dan fluktuasi nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur dan kurangnya pasokan kebutuhan pokok," ujar Kepala BIN, Budi Gunawan.

Stabilitas keamanan yang kondusif tentu berimplikasi positif terhadap iklim investasi di Indonesia. Kondisi tersebut juga berdampak pada peringkat rating lndonesia menjadi Investment Grade oleh Standard & Poor's (S&P). Sehingga secara simultan  diharapkan dapat memperbaiki kepercayaan swasta dan meningkatkan aliran modal masuk ke Indonesia.

"Dengan peningkatan investasi, maka kapasitas produksi meningkat dan lapangan kerja baru dapat diciptakan," ujar Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/6/2017). Rapat tersebut membahas tentang kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2018.

Sri Mulyani menambahkan, melalui pertumbuhan ekonomi global, pemerintah terus mendorong ekspor produk-produk manufaktur yang kompetitif, komoditas sumber daya alam yang bernilai tambah serta perluasan pasar. Juga memanfaatkan teknologi dan efisiensi dengan bertumpu pada sektor pertanian yang makin produktif dan efisien.

Investasi diproyeksikan tumbuh 8,0% dengan keberlanjutan belanja infrastruktur Pemerintah dan peningkatan partisipasi BUMN dan swasta dalam pembangunan infrastruktur. Selain itu, Konsumsi rumah tangga dijaga untuk tumbuh 5,4% melalui peningkatan kesempatan kerja, menjaga inflasi yang rendah dan dukungan belanja sosial. Perbaikan produktivitas baik dari sisi sistem logistik, infrastruktur, regulasi yang sederhana dan kualitas manusia akan menjadi fokus Pemerintah. Dengan demikian, optimisme strategi pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4%-6,1% di 2018 dapat terwujud.(*)