Badan Intelijen Negara
« Juli 2015 »
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
  • foto

    KAA ke 60: Asa Baru dari Selatan Selatan

    Tepat pada 23 April 2015, Presiden Joko Widodo resmi menutup perhelatan Konferensi Asia Afria (KAA) 2015 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung. Pertemuan penting tersebut berhasil memberikan ruang bagi para Kepala Negara/Pemerintahan di kawasan Asia dan Afrika. untuk membangun sense of ownership. Sehingga dapat merumuskan konsep pembangunan bersama melalui peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Perumusan tersebut bersifat terbuka dan inklusif guna mencerminkan rasa kebersamaan semua pihak yang terlibat dalam perumusannya.
Kegiatan Internal
  • foto

    Pembangunan Karakter Generasi Muda Intelijen Jadi Prioritas

    Bogor (30/6/2015)-Generasi intelijen kedepan harus beretika, santun dan menjunjung kebersamaan, karena intelijen berada dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan karakter generasi muda intelijen harus menjadi prioritas.Demikian pernyataan Kepala BIN Letjen TNI (purn) Marciano Norman dalam sambutannya saat meresmikan Pusat Kegiatan Mahasiswa Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), di Sentul Selatan, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 30 Juni 2015.
  • foto

    Bulan Ramadhan latih diri menjadi lebih baik

    Jakarta - (24/6/2015) Bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri. Selain itu, puasa dapat meningkatkan rasa solidaritas untuk menjadi lebih baik. Demikian sambutan Kepala BIN, Marciano Norman, saat mengikuti kegiatan buka bersama keluarga besar Badan Intelijen Negara, di Masjid Baitul Akbar, Kesatrian Soekarno Hatta, Jakarta, 23 Juni 2015.
  • foto

    Pelepasan Jamaah Umroh Anggota BIN

    Jakarta (02/06/2015)- Wakil Kepala BIN, Erfi Triassunu, mewakili Kepala BIN, melepas keberangkatan 54 Jamaah Umrah (Umroh) Anggota BIN, bertempat di Masjid Baitul Akbar, Kompleks Kasatrian Soekarno Hatta, Jakarta Selatan. Wakil Kepala BIN Erfi Triassunu membacakan sambutan tertulis Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Marciano Norman yang intinya berisi lima pesan kepada seluruh calon jamaah umrah jelang keberangkatan ibadah umrah. Pertama, luruskan kembali niat para jamaah bahwa ibadah umrah adalah untuk Allah semata sambil memohon ridhoNya. Kedua, nilai dari ibadah umrah adalah kualitas dan kekhusyukannya.
  • foto

    Bahaya Narkoba Bagi Kaum Muda

    Jakarta (12/04/2015) – Narkoba sangat rentan digunakan usia pelajar dan mahasiswa karena usia tersebut merupakan masa bagi generasi muda mencari jati diri dan eksistensi. Faktor lingkungan pertemanan merupakan faktor paling berpengaruh di kalangan generasi muda yang biasanya diawali dengan kebiasaan merokok. Demikian pernyataan Ketua Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN), Triwaty Marciano, pada acara penyuluhan bagi pemuda dan pelajar, dengan tema “Bahaya Narkoba Bagi kaum Muda dan Pencegahannya”, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta Jakarta Selatan, Minggu, 12 April 2015. Acara penyuluhan bahaya narkoba tersebut diperuntukan bagi pelajar Sekolah Dasar, SMP, SMA dan Mahasiswa, yang merupakan putra dan putri pegawai BIN di lingkungan Komplek Kesatriaan Soekarno-Hatta. Triwaty Marciano menyatakan bahwa pecandu narkoba di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, acara ini sangat tepat dilakukan sebagai bentuk pembelajaran dan pengawasan serta sosialisasi pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. Acara ini juga sekaligus dalam rangka mendukung program pemerintah yang saat ini sedang darurat narkoba dan perang terhadap narkoba. Dokter Aisah Dahlan, Kepala Unit Narkoba RS Bhayangkara Polri dan Pendiri Komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS) dalam ceramahnya menjelaskan tentang kerusakan otak akibat penggunaan narkoba. Narkoba dapat merusak sistem limbik manusia yaitu sistem dalam otak yang mengatur emosional dan salah satu bentuk narkoba yang dicontohkan adalah merokok karena menimbulkan ketergantungan dan menstimulus kerusakan otak serta merupakan pintu gerbang penggunaan narkoba. “Narkoba mempunyai banyak jenisnya, seperti ganja, opium, putau, kokain, ekstasi, alkohol, shabu-shabu, strawberry meth, benzo diazepam, LSD, inhalan/lem, krokodil drug, dan sebagainya. Seseorang yang berada dalam kondisi tergantung secara fisik dan mental (adiksi) terhadap narkoba mengalami seperti fly, badai, pedaw merupakan kondisi saat mabuk atau euphoria setelah menggunakan narkoba,” terang dr Aisah Dahlan. Komplikasi yang diderita oleh mantan pecandu narkoba, lanjut dr Aisha Dahlan, seperti over dosis, kerusakan organ tubuh, komplikasi mental, gangguan memori jangka pendek, kehilangan kepercayaan keluar dan masyarakat, serta menjadi sarana penyebaran HIV yakni virus penyebab menurunnya daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit infeksi. Di akhir acara, dr. Aisah Dahlan menceritakan beberapa pengalaman pasien-pasien penyalahgunaan narkoba, salah satunya seorang mantan pecandu, sebut saja dengan Bunga, merupakan remaja muda yang telah memakai narkoba kurang lebih 17 tahun lamanya, berawal dari tawaran teman lelakinya. Adapun efek candu narkoba mengakibatkan setiap harinya harus menghabiskan uang sebesar 2 juta per hari. Selain itu narkoba mengakibatkan kesehatan terganggu dan divonis menghidap HIV/AIDS, sehingga tidak bisa melahirkan secara normal dan tidak bisa menyusui. Ditambah lagi, Bunga harus masuk unit rehabilitasi dengan merasakan siksaan untuk menghindar dari efek kecanduan narkoba. Sampai saat ini, berkat ketekunannya telah terbebas dari narkoba dan bergabung dalam Komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS) sebagai anggota. (*)
  • foto

    DWP BIN Selenggarakan Seminar dan Kegiatan Rutin

    Jakarta (18/02/2015) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Intelijen Negara (BIN) mengadakan kegiatan rutin disertai seminar bertema ”Mengenal dan Memahami Otak Pria dan Wanita", dengan narasumber seorang dokter dan pendiri komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS), dr. Aisah Dahlan, dihadiri Ketua Dewan Penasehat DWP BIN, Ny. Triwaty Marciano, Ketua DWP BIN, Ny. Rini Setyowati Erfi Triassunu, pengurus Yayasan Arimbi, dan seluruh anggota DWP BIN, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta Jakarta Selatan.