Badan Intelijen Negara
« April 2015 »
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
  • foto

    KAA ke 60: Asa Baru dari Selatan Selatan

    Tepat pada 23 April 2015, Presiden Joko Widodo resmi menutup perhelatan Konferensi Asia Afria (KAA) 2015 yang berlangsung di Jakarta dan Bandung. Pertemuan penting tersebut berhasil memberikan ruang bagi para Kepala Negara/Pemerintahan di kawasan Asia dan Afrika. untuk membangun sense of ownership. Sehingga dapat merumuskan konsep pembangunan bersama melalui peluang kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Perumusan tersebut bersifat terbuka dan inklusif guna mencerminkan rasa kebersamaan semua pihak yang terlibat dalam perumusannya.
Kegiatan Internal
  • foto

    Bahaya Narkoba Bagi Kaum Muda

    Jakarta (12/04/2015) – Narkoba sangat rentan digunakan usia pelajar dan mahasiswa karena usia tersebut merupakan masa bagi generasi muda mencari jati diri dan eksistensi. Faktor lingkungan pertemanan merupakan faktor paling berpengaruh di kalangan generasi muda yang biasanya diawali dengan kebiasaan merokok. Demikian pernyataan Ketua Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN), Triwaty Marciano, pada acara penyuluhan bagi pemuda dan pelajar, dengan tema “Bahaya Narkoba Bagi kaum Muda dan Pencegahannya”, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta Jakarta Selatan, Minggu, 12 April 2015. Acara penyuluhan bahaya narkoba tersebut diperuntukan bagi pelajar Sekolah Dasar, SMP, SMA dan Mahasiswa, yang merupakan putra dan putri pegawai BIN di lingkungan Komplek Kesatriaan Soekarno-Hatta. Triwaty Marciano menyatakan bahwa pecandu narkoba di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, acara ini sangat tepat dilakukan sebagai bentuk pembelajaran dan pengawasan serta sosialisasi pencegahan narkoba di kalangan generasi muda. Acara ini juga sekaligus dalam rangka mendukung program pemerintah yang saat ini sedang darurat narkoba dan perang terhadap narkoba. Dokter Aisah Dahlan, Kepala Unit Narkoba RS Bhayangkara Polri dan Pendiri Komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS) dalam ceramahnya menjelaskan tentang kerusakan otak akibat penggunaan narkoba. Narkoba dapat merusak sistem limbik manusia yaitu sistem dalam otak yang mengatur emosional dan salah satu bentuk narkoba yang dicontohkan adalah merokok karena menimbulkan ketergantungan dan menstimulus kerusakan otak serta merupakan pintu gerbang penggunaan narkoba. “Narkoba mempunyai banyak jenisnya, seperti ganja, opium, putau, kokain, ekstasi, alkohol, shabu-shabu, strawberry meth, benzo diazepam, LSD, inhalan/lem, krokodil drug, dan sebagainya. Seseorang yang berada dalam kondisi tergantung secara fisik dan mental (adiksi) terhadap narkoba mengalami seperti fly, badai, pedaw merupakan kondisi saat mabuk atau euphoria setelah menggunakan narkoba,” terang dr Aisah Dahlan. Komplikasi yang diderita oleh mantan pecandu narkoba, lanjut dr Aisha Dahlan, seperti over dosis, kerusakan organ tubuh, komplikasi mental, gangguan memori jangka pendek, kehilangan kepercayaan keluar dan masyarakat, serta menjadi sarana penyebaran HIV yakni virus penyebab menurunnya daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit infeksi. Di akhir acara, dr. Aisah Dahlan menceritakan beberapa pengalaman pasien-pasien penyalahgunaan narkoba, salah satunya seorang mantan pecandu, sebut saja dengan Bunga, merupakan remaja muda yang telah memakai narkoba kurang lebih 17 tahun lamanya, berawal dari tawaran teman lelakinya. Adapun efek candu narkoba mengakibatkan setiap harinya harus menghabiskan uang sebesar 2 juta per hari. Selain itu narkoba mengakibatkan kesehatan terganggu dan divonis menghidap HIV/AIDS, sehingga tidak bisa melahirkan secara normal dan tidak bisa menyusui. Ditambah lagi, Bunga harus masuk unit rehabilitasi dengan merasakan siksaan untuk menghindar dari efek kecanduan narkoba. Sampai saat ini, berkat ketekunannya telah terbebas dari narkoba dan bergabung dalam Komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS) sebagai anggota. (*)
  • foto

    DWP BIN Selenggarakan Seminar dan Kegiatan Rutin

    Jakarta (18/02/2015) - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Intelijen Negara (BIN) mengadakan kegiatan rutin disertai seminar bertema ”Mengenal dan Memahami Otak Pria dan Wanita", dengan narasumber seorang dokter dan pendiri komunitas Sahabat Rekan Sebaya (SRS), dr. Aisah Dahlan, dihadiri Ketua Dewan Penasehat DWP BIN, Ny. Triwaty Marciano, Ketua DWP BIN, Ny. Rini Setyowati Erfi Triassunu, pengurus Yayasan Arimbi, dan seluruh anggota DWP BIN, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno-Hatta Jakarta Selatan.
  • foto

    BIN Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1436 H

    Jakarta (29/1/2015) - Badan Intelijen Negara (BIN) menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1436 H/2015 M, bertema "Dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Dalam Rangka Mencetak Generasi yang Berakhlakul Karimah", penceramah KH. Anwar Sanusi, Mubaligh Nasional dan Pengasuh Ponpes Modern Lembah Arafah, Cisarua, Bogor, dihadiri Kepala BIN Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Wakil Kepala BIN Erfi Triassunu, para pejabat dan anggota BIN, serta para ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) BIN, bertempat di Gedung Pertemuan Soekarno - Hatta, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Januari 2015.
  • foto

    DWP BIN Gelar Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara

    Jakarta (10/9/2014) – Kanker payudara merupakan penyakit mematikan ke-2 yang menimpa perempuan, setelah kanker serviks. Untuk menghindarinya di perlukan upaya deteksi dini terhadap penyakit tersebut. Dharma Wanita Persatuan (DWP) BIN sebagai organisasi perempuan bertanggungjawab untuk melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit kanker payudara tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelenggarakan sosialisasi kesehatan yang berkaitan dengan upaya cegah dini terhadap kanker payudara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DWP BIN, Ny. Rini Setyowati Erfi Triassunu, pada acara ceramah kesehatan yang di selenggarakan oleh DWP BIN bekerjasama dengan Yayasan Daya Dara Indonesia, bertempat di Kompleks Kasatrian Soekarno Hatta, Jakarta Selatan, Rabu, 10 September 2014.
  • foto

    Memaknai Kepemimpinan Pada Bulan Ramadhan

    Jakarta (18/7/2014)- Unsur kepemimpinan yang paling utama adalah As sam'u (mendengar), unsur tersebut sangat melekat dalam job-nya intelijen. Dengan mendengarkan dan melihat, persoalan yang dihadapi dapat dicerna dan ditelaah dengan baik. Sehingga dapat dirumuskan langkah antisipasi yang tepat oleh pemimpin dalam mempersatukan umat. Demikian pernyataan Sekretaris Jenderal PBNU, Dr. KH. Marsudi Suhud, MA, dalam ceramah keagamaan kegiatan buka bersama keluarga besar Badan Intelijen Negara (BIN) di Masjid Jami’ Baitul Akbar Kesatrian Soekarno Hatta, Jakarta, Jum’at, 18 Juli 2014.