Badan Intelijen Negara
<< November 2017 >>
MinSenSelRabKamJumSab
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  
  • foto

    Indonesia Menjadi Tuan Rumah KTT IORA 2017

    Jakarta, (06/03/2017). Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Indian Ocean Rim Association (KTT IORA) yang digelar pada 5 hingga 7 Maret 2017 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC).

Waspadai Virus Zika Masuk Indonesia

Jakarta (13/9/2016) - Masyarakat Indonesia harus waspada terhadap berkembangnya virus Zika, mengingat beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Thailand telah mengalami peningkatan kasus virus Zika. Indonesia sebagai tetangga terdekat Singapura, menjadi negara yang rawan tertular virus Zika.

Otoritas berwenang Singapura, pada Senin, 12 September 2016, mengonfirmasi empat kasus zika baru yang menular secara lokal, sehingga jumlah kasus yang telah dikonfirmasi sejauh ini menjadi 333 kasus. Sedangkan di Thailand sebanyak 21 kasus transmisi lokal virus Zika telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand pada Minggu, 11 September 2016.

Hingga awal September 2016, virus Zika memang belum menyebar di Indonesia. Kendati demikian, Kementeriaan Kesehatan telah mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah-langkah protektif.

Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO) telah menetapkan penyakit Zika dengan status darurat lintas benua dengan penyebaran yang sangat cepat, sejak 1 Januari 2016. Kemudian pada 7 September 2016, World Health Organization (WHO) merevisi pandangannya terkait virus Zika dan efeknya pada manusia. Setelah mempertimbangkan berbagai macam studi, virus Zika kini juga disebut bisa memicu penyakit saraf langka Guillain-Barre syndrome (GBS). GBS adalah kondisi yang menyebabkan antibodi tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri. Seharusnya, antibodi melindungi tubuh dari serangan zat asing, termasuk virus. GBS dapat mengancam jiwa karena menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan.

Infeksi virus Zika terjadi melalui perantara gigitan nyamuk Aedes. Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah), dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue (DBD) dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954. Virus Zika menjadi penyakit endemis dan mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia pada tahun 2007 di wilayah Pasifik Selatan. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Penyebaran virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika, dan Samoa (Oceania). Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015.

Pencegahan Penularan Virus Zika

  1. Menghindari kontak dengan nyamuk.
  2. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan aksi 3M Plus.
  3. Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dll.
  5. Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk, seperti parfum dan deodoran.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Kementerian Kesehatan melalui nomor hotline (kode lokal) 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(*)